sebuah pengakuan
Pagi ini saya terinspirasi sekali dengan salah satu tulisan saudara aktifitis muda melalui blog pribadinya. Tulisan-tulisan memang sangat inspiratif sekali bagi saya. Terimakasih mas
Yah, sudah lama saya tidak memosting tulisan di sini. Bukan karena sibuk atau apa, tapi karena jari-jemari ini tidak tertarik sama sekali untuk menyentuh keyboard laptop saya.
Dari postingan-postingan saya sebelumnya, ada kalimat kalau saya ingin rajin menulis, dan tulisan saya itu bisa bermanfaat bagi orang yang membacanya. Sungguh malu sekali rasanya bahwa keinginan saya itu tidak terwujud. itu berarti saya tidak konsisten selama ini. Saat itu saya punya keinginan membiasakan menulis, karena pada awalnya bukan orang yang senang menulis, merangkai kata-kata yang indah agar enak dibaca.
Dan sekarang, saat ini juga, pada saat saya menulis tulisan ini. Saya berkonsistensi untuk terus menulis terus tiap harinya apapun medianya, baik akan dishare di blog atau tidak. Yah, ini akan memberikan feedback sendiri untuk saya. Tidak ada kata terlambat. Selama belum mencoba, jangan meremehkan diri kita, kalau kita tidak bisa mencapai tujuan itu. Karena Tuhan yang Maha Kuasa sekalipun tidak pernah meremehkannya. Biarlah saya nantinya akan menulis apa, pokok permasalahannya apa, yang penting menulis :D
Dengan menulis selama ini, walaupun tidak rutin. Tapi saya, merasakan manfaatnya. Dengan menulis saya bisa membagikan ilmu saya, mengeluarkan pendapat saya, mengeluarkan unek-unek yang menyumbat kepala. Setelah selesai, lega rasanya. Walaupun tidak bisa dikeluarkan melalui mulut dengan kata-kata, cukup dengan tulisan saja. Jujur saja, saya ini tidak banyak mengikuti suatu organisasi, jadi saya kadang masih canggung, padahal sekarang ini sudah menjadi mahasiswa, kawan
Ada masalah, kadang saya merasa bahwa tulisan-tulisan yang sudah saya buat, tidak layak dibaca, saya memikirkan bagaimana tanggapan orang lain nantinya bagus atau tidak, sepertinya jelek, tidak berbobot inilah, apalah. Selalu saja ada pikiran-pikiran yang negative berkecamuk di kepala ini. Mungkin inilah salah satu faktor, kenapa saya tidak pernah maju. Saya mengakuinya.
Okelah, cukup ini yang perlu di sharing. Dibutuhkan sekali komentar sobat blogger untuk masukkan bagi saya. Sebagai penyemangat. Terimakasih sebelumnya.
Aku rindu saat-saat itu (waktu dulu)
Ini ada sebuah tulisan yang dibuat oleh saudaraku 14. Bagi saya, ini mewakili perasaan saya sekarang, setelah melewati masa-masa SMA dulu di Titian Teras.
_______________________________________________________________________________
Untukmu, Untukku, Untuk kita, dari Kami
Saya hanya ingin menuliskan ini, tanpa alasan yang jelas mengapa, satu-satunya kemungkinan adalah saya merindukan saat-saat yang telah terlewatkan.
Teruntuk Ayah, Bunda, Abi, Ibu, Abah, Mom, Mami, dan orang tua-orang tua kami.
Saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat seperti hari ini, saya akan sangat-sangat merindukan waktu-waktu yang penuh keterbatasan di asrama sana.
Saya tidak pernah sedikit saja memikirkan bahwa saya akan teramat menginginkan kembali pada masa-masa yang mengikat saya pada keteraturan yang bahkan tidak terpikirkan.
Bahkan hanya untuk sekejap saja saya tidak pernah berpikir akan kah suatu saat nanti saya akan berkata “Bahkan jika hanya masa basis yang bisa ku ulang, maka aku akan sangat senang mengulangnya asalkan ada kamu, dia, dan mereka”.
Tapi, semua yang tidak pernah saya bayangkan, semua yang tidak pernah terlintas dalam benak untuk sekejap saja terpikirkan seolah terjadi satu persatu secara beruntun.
Menang atau kalah, harus sportif
Sportif, apa itu sebenarnya definisi sportif? Saya mendefinisikannya sebagai perlakuan menerima dengan lapang dada terhadap apa yang sudah kita hasilkan ataupun yang sedang akan kita lakukan. Kata sportif ini berdekatan dengan kata jujur dan juga tidak curang. Tergantung dengan orang yang memakainya.
Biasanya kata sportif identik dengan sebuah pertandingan ataupun perlombaan. Yang paling biasa didengar adalah pertandingan olahraga.
Di sebuah pertandingan, kadang ada yang menghalalkan segala cara untuk menang. Mereka tidak sportif. Berani berbuat curang, bertindak kekerasan, dan kadang pula berani ‘menyuap’ untuk mendapat gelar juara. Apa gunanya meraih kemenangan dengan cara seperti itu? Apalagi jelas-jelas itu kelihatan di mata orang lain dan mengetahui tidak sepantasnya mendapatkan kemenangan itu.
Tidakkah merasa ‘gimana’ gitu. Apakah tidak ada yang nge-ganjel dihati gitu? Kadang-kadang saya bingung melihat orang-orang yang seperti ini. Jujur, saya sendiri pun pernah juga tidak sportif, berlaku curang untuk mendapat hasil yang terbaik, tapi beda sekali rasanya, dimana kita memang benar-benar mendapatkannya dengan usaha kemampuan sendiri dan dengan mendapatkan hasil yang bukan usaha sendiri. Ada rasa puas tersendiri bila berlaku jujur itu, walaupun hasilnya tidak semaksimal seperti yang kita inginkan.
Marilah kawan-kawan kita junjung tinggi kejujuran itu, berlaku lah sportif, tidak berbuat curang. Mulai dibiasakan lah dari sekarang
Telepon seluler picu anti sosial
Memang pada awalnya telepon seluler atau yang biasanya kita sebut handphone ini digunakan sebagai alat berkomunikasi. Dan seiring waktu yang berjalan, kini handphone dilengkapi dengan tambahan fitur-fitur hiburan, sehingga ini menjadikan handphone tidak hanya sebagai alat komunikasi saja, tapi juga sebagai alat hiburan. Apalagi sekarang ini, berbagai perusahaan produk telepon seluler ini berlomba-lomba keunggulan fitur-fitur yang bisa mengakses internet, mengakses akun-akun jejaring sosial, dan lain sebagainya.
Namun sadarkah kawan-kawan kalo ini bisa membuat kita egois, lupa diri, dan anti sosial pada saat kita menggunakannya.
Coba ingat-ingat, bagaimana kondisi keadaan kelas dalam ruangan kuliah kawan-kawan, perhatikan, beberapa orang sibuk dengan salah satu alat komunikasi ini, perhatikan lagi mereka, apakah mereka peduli dengan keadaan sekitar pada saat itu, apakah ribut atau tidak.
Bukan hanya sebatas di ruangan kuliah saja, coba perhatikan juga, kadang kita melihat seseorang yang dengan asyiknya menggunakan perangkat elektronik ini, padahal mereka lagi berjalan. Bukan kah lebih baik memperhatikan jalan saja agar nantinya tidak menabrak orang. Nah, ini juga termasuk salah satu bagian buruk yang membahayakan diri sendiri.
Ada lagi ni contohnya, bagaimana perasaan kawan-kawan ketika sedang mengajak ngobrol temannya tapi malah teman kawan tersebut mendengarkan, tapi tidak menatap mata kalian. Pasti ada merasa tidak dihargai gitu, walaupun sedikit, ya kan.
Fitur-fitur inilah yang menambahkan keasyikan orang menggunakannya, sehingga menimbulkan candu bagi pemakainya. Jejaring sosial yang bisa diakses melalui telepon seluler pun jadi tujuan utama sekarang dalam pemakaiannya.
Pastinya para pengguna telepon seluler dan pengguna jejaring sosial berpendapat berbeda dan bertentangan mengenai argumen ini. Bagi mereka, telepon seluler mendatangkan banyak manfaat karena mereka bisa berkomunikasi dengan orang lain sekalipun dalam jarak jauh.
Namun, faktanya dalam sebuah penelitian yang dikutip dari ninemsn, pengguna telepon seluler lebih dekat dengan orang lain di jarak yang jauh, dan mereka terbukti cenderung mengabaikan keberadaan orang di sekitar mereka ketika sedang asyik mengoperasikan perangkat elektronik tersebut.
Amatilah lagi orang-orang di sekitarmu, apa yang mereka bawa pada saat mereka pergi, handphone tentulah, yang mana gadget ini mudah dibawa kemana saja. Pergi ke kampus, sampe di kampus dosen belum datang, terus merogoh saku, ambil handphone, cek ada sms atau tidak, buka facebook, twitter, kemudian update status. Beginilah biasanya ‘kebiasaan’ yang ada. Apalagi mahasiswa seperti saya
Kita tidak usah naif lah yaa. Pastinya kita membutuhkan gadget ini, termasuk saya sendiri. Tinggal bagaimana kita mengimbangi kemajuan teknologi yang sekarang ini dan bijaksana dalam penggunaannya. Banyak soalnya macam-macam gadget yang bisa membuat kita lupa akan keadaan sekitar dan sibuk dengan dunia kita sendiri bersama gadget-gadget tersebut.
(ง‘̀⌣‘́)ง —-> Gunakan lah sebagaimana mestinya, dimana mestinya, pada saat kapan, dan untuk apa gadget-gadget tersebut dipakai.
Jadilah pengguna yang cerdas dan bijaksana dalam hal apapun
Sumber informasi : metrotvnews.com
masalah negerii ku sekarang
Hmm, mungkin tulisan saya kali mungkin agak berat ya temanya (atau cuma perasaan saya aja kali ya, hehe) karena saya mau ngebahas masalah yang terjadi dengan Indonesia tercinta ini yang menurut saya ini menarik sekali tentunya untuk dibahas. Saya bingung mau bikin judul apa, jadilah seperti di atas, gak jelas, hahahaa.
Kita tahu bahwa Indonesia merupakan Negara yang kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dengan beragam budaya yang mendiami setiap wilayahnya dan mempunyai kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah.
Tak hanya itu Indonesia merupakan negara yang banyak penduduknya, terakhir kali saya dengar peringkat ke-5 di dunia tapi gak tau kalau sekarang udah di peringkat ke berapa, naik atau turun kah. Mudahan saja udah turun, berarti kan kalo begitu program Keluarga Berencana yang dicanangkan oleh pemerintah berhasil, ya kan? *saya berharap begitu*
Banyaknya penduduk meningkatkan konsumsi masyarakat dalam negeri, inilah keadaan yang sangat disayangkan karena tidak diseimbangkan dengan produktivitas dalam negeri. Sehingga sekarang ini banyak sekali barang-barang impor yang masuk ke Indonesia. Bukan hanya barang untuk memuaskan kebutuhan tersier namun kebutuhan pokok pun juga, seperti bahan pangan. Ya, sebagian besar masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras, makanan pokok yang harus tersedia di meja makan tiap harinya.
Indonesia mengimpor beras? Mau dikata apa tapi inilah kenyataannya, walaupun Indonesia pernah menjadi negara swasembada beras namun akhir-akhir ini Indonesia dikenal sebagai negara peingimpor beras terbesar di dunia *waaalaaah kacau ini*
Menanggapi hal ini, apa solusi pemerintah, apa solusi pemimpin kita? Apakah kita akan menjadi negara pengimpor beras terus? Tidakkah adakah usaha jangka pendek untuk mengatasinya? Tidak adakah tindakan yang tegas untuk menyikapi hal ini?
Hellooo, para pemimpin yang agung, para wakil-wakil rakyat, tahukah sumpah yang pernah terucap dari mulut Anda nanti akan dipertanggungjawabkan, tidak kah merasa ada beban untuk memenuhi semua janji-janji yang Anda ucapkan dulu..
Ucapan di atas ini merupakan bentuk kekesalan saya terhadap apa yang sudah terjadi di Indonesia ini *maaf kalau tidak berkenan, tapi inilah perasaan saya* Kemelut politik yang selalu menghiasi negeri ini, semuanya di iming-imingi dengan unsur-unsur politik. Tidak tahu lagi siapa yang benar dan siapa yang salah #huuuuh
Balik ke masalah impor mengimpor nih..
Ternyata, Indonesia juga pengimpor minyak kelapa sawit, dari Malaysia tahu gak. Aduh, duh, bagaimana ini, bukannya banyak tuh perkebunan sawit di Indonesia. Kenapa? Hmm, bahannya aja dari Indonesia terus diolah di pabrik minyak milik Malaysia, terus di ekspor untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia.
Wah, wah, kebanyakan geleng-geleng kepala nih jadinya
Indonesia negara agraris, negara kepulauan. Kenapa tidak meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara lebih ‘memperhatikan’ sektor pertanian dan perairan ini. Banyak kok insinyur-insinyur pertanian di negeri ini, cuma mungkin mereka gak punya dana aja untuk melakukan penelitian-penelitian lebih lanjut. *nah, berikan sumbangan dana dong untuk orang-orang seperti ini, gak akan rugi kok
*
Prihatin ya lihat petani sekarang, padahal sesungguhnya mereka lah berjasa bagi negeri ini. kenapa mereka tidak diperhatikan, dalam penyedian bibit berkualitas, lahan, memudahkan mereka dalam memasarkan hasil pertaniannya dan hal lainnya untuk meningkatkan produktivitas terutama beras tiap tahun. Agar nantinya kita bisa surplus beras, seperti negara-negara tetangga Thailand, Myanmar, Vietnam. Mereka bisa kenapa kita enggak ya kan?
Memang terlihat mudah kalau kita berkata-kata. Namun, apa salahnya dicoba dulu dengan solusi yang terbaik dengan memulainya dari kita sendiri. Gak usah nunggu ‘orang-orang yang di atas bergerak’ salah satunya dengan cara mencintai produk dalam negeri. Ayo, bagi yang mau jadi sarjana pertanian juga jangan malu-malu atau gengsi
. Berikan sumbangsih yang berguna untuk negeri ini.
NB : maaf, kalo tulisan ini ngebahasnya ngalor ngidul
semoga ada yang bermanfaat.
catatan
Fokuslah pada satu tujuan untuk masa depanmu. Ini lah yang saya dapat pada perkuliahan tadi, Kamis 8 Februari 2012 dari seorang dosen. Cukup menjadi suatu bekal yang menjanjikan untuk ke depan bagi saya. Karena apa? Kalau di pikir-pikir ya benar juga. Kalau kita ingin menjadi seperti begini-begitu, harus jadi begini-begitu, ini akan menjadikan pikiran kita bercabang, jadinya tidak fokus. Akhir-akhirnya apa yang kita mau semuanya tidak bakal kejadian. Semuanya kandas di tengah jalan.
Jadi, tetap kan lah apa yang menjadi keinginanmu nanti, tentukan bagaimana cara kamu mencapainya, praktekan, dan tunggulah kesuksesan akan menantimu
I am an engineer
Amiin
Beasiswa, siapa yang gak mau?
Yap, sesuai dengan judul tulisan saya di atas. Kali ini saya akan membahas tentang beasiswa. Pasti sobat tau kan apa beasiswa itu
. Lebih jelasnya, menurut Kamus Bahasa Indonesia milik adek saya
, beasiswa adalah tunjangan berupa uang untuk biaya pendidikan yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa sebagai bantuan biaya belajar.
Nah, negara Indonesia yang sangat saya cintai ini kan banyak penduduknya tuh. Sampai-sampai mendapat urutan peringkat ke-5 (terakhir saya dengar ya segini) di dunia untuk Negara yang terpadat penduduknya. Namun, penduduknya yang banyak tidak diimbangi dengan pendidikan yang harus juga mereka dapatkan. Masih ada rakyat terutama anak-anak dan remaja, tidak bisa mengenyam pendidikan dan ada juga putus sekolah. Mengapa? Tentu, sobat sering mendengar mengenai hal ini, mereka-mereka yang kurang mampu, orang tua yang tidak bisa sepenuhnya membiayai sekolah mereka. Masih ada penduduk yang hidupnya berada di angka kemiskinnan. Terpaksa untuk tidak mencicipi yang namanya bangku sekolahan. Ataupun juga sempat bersekolah, tapi terpaksa berhenti karena tidak ada biaya untuk bersekolah.
Mirisnya juga hati ini, terkadang melihat anak-anak yang tidak bersekolah itu, apalagi mereka yang mempunyai bakat, pintar, yang mempunyai kemampuan, sangat disayangkan sekali tidak melanjutkan sekolahnya.
Biaya, biaya, biaya. Uang, uang, uang. Iuran inilah, bayar uang buku, kegiatan sekolah. Macam-macam kewajiban yang diharuskan para pelajar…
Berbagai cara pemerintah untuk mengatasi masalah ini, salah satunya adalah dengan program beasiswa ini. Dengan tujuan agar anak-anak itu bisa melanjutkan pendidikannya. Yah, Negara itu bisa maju jika pendidikannya di Negara tersebut baik. Pernah mendengar kan, generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Nah, yang akan melanjutkan cita-cita negara ya kita ini sebagai generasi, kitalah yang nantinya akan berpikir akan jadi apa Negara ini. Bagaimana kalau generasinya ‘bobrok’, maka negaranya pun bisa jadi bobrok juga kan? Ingat, salah satu tujuan Negara kita Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Selain itu, beasiswa bukan hanya bersumber dari pemerintah saja, tapi ada juga dari perusahaan-perusahaan ada yang mau memberikan dana bantuan melalui program-program beasiswa yang biasanya sesuai dengan misi dan visi perusahaan tersebut.
Pelajar di Indonesia secara keseluruhan tentu ingin mendapatkan beasiswa, mulai dari pelajar SD, SMP, SMA, bahkan sampai perguruan tinggi pun pasti inginnya. Bukan hanya orang yang kurang mampu saja, seperti yang saya jelaskan tadi, yang semestinya mereka mendapat beasiswa . Tapi yang hidup berkecukupan pun ingin bisa mendapatkan beasiswa itu juga, yang dikenal beasiswa berprestasi. Termasuk saya, juga ingin mendapatkan beasiswa. Alhamdulillah, orang tua saya berkecukupan hidupnya dan sampai saat ini masih mampu membiayai saya kuliah. Tapi, apa salahnya kan kalau saya juga ingin dapat beasiswa, hitung-hitung ingin meringankan biaya pengeluaran orangtua. Lho, lho, kok saya jadi curhat yaa
Balik lagi ke topik pembahasan kita,
Untuk mendapatkan beasiswa ini juga tentunya perlu usaha dong, bukan tiba-tiba aja kita dipanggil kemudian diberitahu, jlepp…selamat Anda mendapatkan beasiswa. Emangnya seperti sms-sms yang biasanya saya dapat. Selamat Anda memenangkan uang senilai bla, bla, dari perusahaan bla, bla, bla. Buahaha…
gak mungkin lah ya. Gak ada usaha, ya mana ada menuai hasil.
Yang pastinya kita harus usaha, gimana caranya? Carilah informasi mengenai beasiswa, jangan malas cuma sekedar browsing di internet untuk dapet informasi . Tanya sama temen mungkin, atau juga sama orang yang mungkin kita kenal yang bekerja di suatu perusahaan atau instansi. Tanya ke mereka apakah membuka program beasiswa. Kalau ada mulailah untuk memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Terus, jangan lupa doa dan bertawakal selalu kepada Allah, karena Dia-lah yang mempunyai rencana dari segala rencana
Oke, kalo sobat punya informasi mengenai beasiswa jangan ya sungkan-sungkan beri informasi ke saya, ya, hehe, saya juga lagi nyari nih
. Apalagi kalo sobat punya temen sendiri yang sudah selayaknya mendapat beasiswa, karena dia pintar tapi masih kekurangan biaya. Soalnya, saya kadang kesel sih, penyaluran beasiswa di suatu instansi ini terkadang ‘ada’ yang tidak transparansi.
Yaa, semoga tulisan ini bermanfaat buat sobat sekalian
Galeri Silvyzahara
postingan saya kali emang gak terlalu pentinglah. ini cuma sekedar mau ngasih tau aja, saya punya galeri yang isinya mulai dari foto keluarga, saudara, teman, dan yang lain-lain nya juga ada. Sebagian besar ini adalah hasil jepretan saya. Galeri ini saya buat di blogspot dan ini saya buat karena trauma aja, takut nanti kalau saya gak akan punya lagi foto-foto ini dikarenakan suatu hal. Jadilah ini sebagai album pribadi saya di web
yang bisa diakses kapan aja, asalkan terhubungkan dengan internet, hehe.
Ini screenshot nya dari galeri silvyzahara
Oke, kalo mau berkunjung ke galeri saya silahkan klik langsung link di bawah ini. Terimakasih sebelumnya
nge-resume link mediafire yang gagal
Bagi yang suka download filem seperti di downloadfilemgratis.com, icinema3satu.com, cyberload.us atau yang web lainnya. Biasanya mereka memberikan link mediafire untuk mendownload. Namun, kadang kita gak tahu bakal apa yang terjadi, lagi nunggu download selesai, eh, gak tau tiba-tiba si kompi mati gitu aja. Download-an gagal apalah, itulah. Pastinya ini bikin kesal apalagi kalo udah mendekati angka 100%. Wuaa, rasanya pingin saya banting ni cosmo (panggilan kesayangan buat laptop saya) *lho, kok, malah jadi marahin si cosmo, dia kan gak salah apa-apa*. Mesti download dari awal lagi deh. Link expired.
Nah, untuk mengatasi hal ini saya sarankan sobat memakai IDM. Tahu kan? *gakperludijelasinlah*
Mungkin sebelumnya sobat pernah membaca juga tentang ulasan ini. Namun, saya juga akan men-share disini dengan gaya bahasa saya sendiri
Sobat bisa ikut langkah-langkahnya berikut ini
- Buka lagi link mediafire yang gagal kita download.
- Download ulang file tersebut pakai IDM, tapi gak berapa lama langsung stop aja download-an nya itu.
- Klik kanan di file, terus Properties. Kemudian pada Address, copy kan alamatnya ke file yang gagal didownload. Lalu paste kan ke Address nya, klik OK.
- Klik resume.
Jalan lagi kan file download-an nya. Selamat mencoba, ya
Kerjakanlah dengan ikhlas
Kadang-kadang kita sering merasakan malas meninggalkan suatu pekerjaan kalo sudah benar- benar kita senangi dan kita enjoy melakukannya. Contohnya begini, biasanya kalo saya lagi gak mau belajar, mau dipaksain gimana juga percuma, mantul aja rasanya apa yang sudah dicoba untuk dipelajari, tapi gak mantul-mantul nian sih kalo apa yg sudah saya baca, hehe. Nah, beda lagi kalo mood belajar udah dapat, hmm, sampai berapa jam pun deh, saya jabani tuh mata kuliah yang 3 sks. Walaupun malam semakin larut, mata mulai mengantuk, serasa kebal aja, gak ada efek sama sekali buat stop belajar, haha *malah mengingat kebiasaan buruk saya kalo lagi musim-musin nya UAS*
Tingkat kenyamanan seseorang memang sangat mempengaruhi dalam melakukan aktivitas, tidak bisa kita elakan lagi *walaupun setahu saya belum ada yang nge-riset masalah ini*
Tingkat kejenuhan orang itu jg berbeda-beda, ada yang bisa mengontrolnya dan ada pula yang tidak. Orang yang tidak bisa mengontrol tingkat kejenuhannya ini yang agak susah, mereka kadang-kadang melupakan hal-hal yang sudah terikat dengan mereka sendiri, sehingga menambah beban pikiran, dan menambah lagi kejenuhann mereka dan akhirnya apa yang dikerjakan tidak karuan.
Menurut saya, keikhlasan itu juga penting lho bila melakukan suatu pekerjaan. Karena apa?
Kalo kita mengerjakannya dengan ikhlas, berarti kan kita sudah mensyukuri apa yang sudah diberikan sama Yang Kuasa. Kita jadi selalu ingat atas nikmat-Nya dan dengan lapang dada pastinya kita mengerjakan. Karena segala sesuatunya sudah ada yang mengatur.
Mengingatkan aja nih. Nanti kalo mau cari kerja atau to do something lah sebaiknya yang benar-benar sesuai dengan minat, sehingga nanti apa yang dikerjakan seperti hobi dan juga tentunya dengan penuh rasa keikhlasan. Jadi, gak ada bosen-bosennya, ya kan



Komentar